Jadi Kota Berketahanan, Ini Usaha DKI Jakarta Temui Peralihan Cuaca

Jakarta ingin menjadi kota berketahanan cuaca

jakarta

Pemerintah provinsi DKI Jakarta mempunyai sasaran jadi kota berketahanan cuaca dalam memperhitungkan peralihan cuaca (climate change) yang sedang terjadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan, faksinya mempunyai loyalitas yang dituangkan dalam Ketentuan Gubernur (Peraturan gubernur) Nomor 90 Tahun 2021 mengenai Gagasan Pembangunan Rendah Karbon Wilayah Yang Berketahanan Cuaca (RPRKD).

Simak Juga : Berita Terbaru Dan Terupdate 2022-2023 Di Okeplay777

Ketentuan itu berisi beragam loyalitas dan beberapa langkah yang hendak dilaksanakan DKI untuk menahan peralihan cuaca.

“Pemerintah provinsi DKI mengenai peralihan cuaca mempunyai loyalitas dalam merealisasikan pembangunan rendah karbon wilayah dan sebagai kota yang berketahanan cuaca,” kata Asep ke IDN Times, Selasa (10/1/2023).

1. Loyalitas peralihan cuaca Pemerintah provinsi DKI Jakarta

jakarta

Selainnya jadi kota berketahanan cuaca, beberapa loyalitas dan usaha yang sudah dilakukan Pemerintah provinsi DKI pada peralihan cuaca dalam ketentuan itu ialah tindakan peralihan cuaca yang memadukan tindakan mitigasi dan penyesuaian di DKI Jakarta.

Selanjutnya lakukan pemercepatan perolehan sasaran pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sejumlah 30 %.

“Secara berambisi sanggup kurangi emisi GRK langsung sejumlah 50 % di tahun 2030,” katanya.

Loyalitas yang lain ialah lakukan pemercepatan perolehan net zero emission di tahun 2050 dan tingkatkan kekuatan penyesuaian warga dalam hadapi musibah cuaca.

“Dengan parameter kurangi jumlah teritori atau tempat yang terhitung ke kelompok rawan dan benar-benar rawan pada musibah cuaca,” katanya.

2. Ada 5 bidang dan 11 tindakan mitigasi pada peralihan cuaca

jakarta

Asep menjelaskan, ada tindakan mitigasi peralihan cuaca yang sudah dilakukan Pemerintah provinsi DKI Jakarta di 5 bidang dengan 11 tindakan.

Pertama, bidang energi dengan tindakan berbentuk efektivitas energi, peluasan pemakaian energi baru terbarukan, pergantian bahan bakar ramah lingkungan, perubahan pemakaian angkutan khalayak, dan pengarusutamaan orang berjalan kaki dan pesepeda.

Ke-2 , bidang sampah dengan tindakan berbentuk pengurangan sampah di sumber, optimasi pemrosesan air sampah, dan peningkatan pemrosesan sampah.

Ke-3 , bidang AFOLU (Agricultural, Forestry and Other Land Use) dengan tindakan berbentuk peluasan resapan emisi GRK.

Ke-4, bidang IPPU (Industrial Process And Product Uses) dengan tindakan berbentuk pemakaian energi ramah lingkungan untuk industri.

Ke-5, bidang yang lain dengan tindakan berbentuk diplomasi peralihan cuaca.

3. Ada 7 bidang dan 11 tindakan penyesuaian peralihan cuaca

jakarta

Selanjutnya dalam tindakan penyesuaian peralihan cuaca, ada 7 bidang dan 11 tindakan yang sudah dilakukan.

Pertama, bidang perumahan dan teritori pemukiman dengan tindakan berbentuk penyelenggaraan perumahan dan teritori pemukiman.

“Ke-2 , bidang infrastruktur berketahanan cuaca dengan tindakan berbentuk pembangunan infrastruktur berketahanan cuaca,” katanya.

Ke-3 , bidang ketahanan pangan dengan tindakan berbentuk usaha kenaikan ketahanan pangan. Ke-4, bidang pesisir dan beberapa pulau kecil dengan tindakan berbentuk pemrosesan daerah pesisir dan beberapa pulau kecil.

Ke-5, bidang kesehatan dengan tindakan berbentuk pengadaan dan kenaikan sarana servis kesehatan dan penatalaksanaan servis kesehatan.

Ke enam, bidang pengendalian sumber daya air dengan tindakan berbentuk pengendalian publikasi program kesehatan pada warga, pengendalian air sampah lokal, pengendalian air serapan tanah, dan penerapan usaha pengontrolaan banjir.

“Ke-7 , bidang pengendalian energi dengan tindakan berbentuk pengendalian energi,” tutur Asep.

4. Penerapan tindakan dipercepat lewat team mitigasi

jakarta

Asep menjelaskan, faksinya lakukan pemercepatan semua tindakan di setiap bidang yang direncanakan lewat Team Mitigasi dan Penyesuaian Musibah Cuaca yang tercantum pada Keputusan Gubernur nomor 96/2020, Perintah Gubernur Nomor 17 tahun 2020 mengenai Pengaturan Imbas Musibah Cuaca dan diputuskan sebagai Aktivitas Vital Wilayah (KSD 72).

Misalnya, berkaitan Energi Baru Terbarukan (EBT), faksinya sudah memasangkan PLTS (solar roof hebat) di gedung perkantoran pemerintahan, gedung sarana Kesehatan, gedung sarana pengajaran, gedung fasilitas olahraga, dan tempat PLTS di Pulau Sebira.

Selanjutnya penempatan lampu irit energi (LHE) untuk kenaikan penerangan kota, penerapan tindakan irit energi lewat penerapan pemadaman lampu dalam rencana tindakan irit energi dan pengurangan emisi karbon.

“Ini dikerjakan 3x pada sebuah tahun sama sesuai Perintah Gubernur nomor 14 tahun 2021,” tutur Asep.

5. Penilaian penerapan tindakan peralihan cuaca

jakarta

Adapun penilaian pada penerapan tindakan mitigasi dan penyesuaian peralihan cuaca itu, katanya, dilaksanakan secara periodik.

“Tentu saja dengan kecocokan penerapan dan sasaran yang diraih,” sebut ia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *